- 1 Nov 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
ISRAEL menolak resolusi gencatan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digaungkan sejak 27 Oktober 2023. Tak ayal gempuran dari darat, laut, dan udara terus dilancarkan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, yang makin hari semakin menjadi kuburan massal bagi anak-anak Palestina.
Hingga Selasa (31/10/2023), badan amal anak-anak PBB UNICEF mencatat sudah 3.450 anak-anak Palestina yang tinggal nama. Sementara, 6.300 lainnya terluka akibat serangan Israel yang membabi-buta ke area pemukiman, kamp-kamp pengungsian, masjid, gereja, hingga beberapa rumahsakit.
“Ketakutan terbesar tentang laporan angka anak-anak yang tewas adalah bermula dari lusinan, lalu ratusan, dan akhirnya ribuan benar-benar terjadi hanya dalam waktu satu malam. Angkanya luar biasa memprihatinkan dan bisa bertambah setiap harinya. Gaza menjadi kuburan bagi ribuan anak-anak. Gaza menjadi neraka buat yang lainnya,” ujar juru bicara UNICEF James Elder kepada Al Jazeera, Selasa (31/10/2023).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















