top of page

Menjejaki Sejarah Kuliner Nusantara

Klaim kuliner Indonesia oleh Malaysia dianggap menggelikan, bukan menggelisahkan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

d341c109bc6f56ccd2c09b380a17a740

17 Des 2016
2 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul 2025

Hubungan Indonesia dan Malaysia beberapa kali sempat menghangat lantaran klaim Malaysia terhadap beberapa produk budaya Indonesia. Salah satu produk budaya yang sempat diakui khas Malaysia adalah rendang. Seperti yang terjadi dalam World Expo Milan 2015. Saat itu Malaysia menyuguhkan rendang dan sate di pavilunnya. Beberapa kalangan di Indonesia sempat meradang atas klaim itu. Tetapi pantaskah kita marah?


“Klaim-klaim kuliner itu sebenarnya menggelikan, bukan menggelisahkan. Karena makanan adalah produk budaya yang mudah diadopsi, dimodifikasi, dan diduplikasi oleh siapa pun,” ujar Fadly Rahman dalam peluncuran buku terbarunya Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, di Kedai Tjikini, Jakarta, Sabtu (17/12/2016). Fadly adalah sejarawan Universitas Padjadjaran yang fokus pada studi sejarah kuliner Indonesia.


Menurutnya, sikap reaktif terhadap klaim kuliner seperti itu menunjukkan masih minimnya tingkat literasi masyarakat kita terhadap budayanya sendiri. Ditambah lagi studi terhadap budaya kuliner, terutama terkait sejarahnya, juga setali tiga uang.


Fenomena “wisata kuliner” dan industri makanan di Indonesia berkembang begitu menggairahkan beberapa tahun terakhir. Tetapi, sangat disayangkan belum ada yang secara menyeluruh dan mendalam meneliti masalah sejarah makanan di Indonesia dalam perspektif global.


Hal ini juga menjadi kekhawatiran Andreas Maryoto, wartawan senior, yang turut hadir dalam peluncuran buku tersebut. “Saya yang relatif lebih dulu menulis soal-soal kuliner ini merasa kesepian. Seakan-akan, kok, tidak ada yang mau menulis soal kuliner Indonesia?” ujar Andreas, wartawan senior Kompas dan penulis buku Jejak Pangan: Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan.


Diakui Andreas sebab utama minimnya penulisan sejarah-budaya kuliner Indonesia adalah langkanya sumber. “Tapi, sebenarnya langka itu bukan berarti tidak ada sumber. Sumber sejarah kita, teks serat misalnya, memang implisit sifatnya. Tetapi, sebenarnya serat itu lebih kaya nuansa. Karena selain peristiwa ia juga merekam suasana. Itu yang tidak ditemukan dalam sumber Barat,” imbuhnya.


Fadly sejak lama menyadari itu. “Kita butuh stok informasi yang bisa menunjukkan kaitan historis dan budaya soal makanan. Karena sebenarnya ada yang namanya sharing cuisine, berbagi cita rasa, lewat interaksi budaya,” tambahnya.


Itulah salah satu misi Fadly menerbitkan Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Hal-hal penting yang dibahas dalam buku ini di antaranya akar pembentukan makanan di Indonesia sejak masa kuno hingga masa Presiden Sukarno, pengaruh global yang memperkaya khazanah kuliner Nusantara, perkembangan ilmu makanan dan gastronomi, hingga penyusunan buku masakan Indonesia.


Karena bobot isinya, Andreas mengapresiasi terbitnya buku ini sebagai karya penting untuk menguak sejarah kuliner Indonesia. “Saya kira buku ini pantas disebut babon dalam studi sejarah kuliner. Bisa menjadi pengantar bagi penulis-penulis muda,” ujarnya.


Fadly sendiri berharap karyanya ini dapat memperkaya pengetahuan sejarah dan budaya kuliner Indonesia. “Serta dapat menyadarkan berbagai pihak, termasuk elemen pemerintah selaku pengambil kebijakan, agar lebih memantapkan strateginya dalam memberdayakan potensi pangan nasional demi memajukan citra kuliner dalam lingkup global,” ungkap Fadly.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
transparant.png
bottom of page