- 22 Jun 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
DARI sekian banyak isu yang jadi faktor di-reshuffle-nya Anies Baswedan selaku menteri pendidikan dan kebudayaan periode 2014-2016 adalah isu penerimaan salah satu pusaka Pangeran Diponegoro yang dipulangkan Belanda pada 2015. Dikatakan jurnalis senior Andy F. Noya dalam program di Metro TV, “Kick Andy: Dosa-Dosa Anies”, Minggu (18/6/2023) Anies dianggap menelikung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Andy menyampaikan isunya, ketika itu tongkat komando Pangeran Diponegoro (Tongkat Kiai Cokro) jadi salah satu artefak yang dirampas Belanda saat penangkapan Pangeran Diponegoro di fase akhir Perang Jawa, pada 28 Maret 1830. Anies, lanjut Andy, dianggap menelikung Presiden Jokowi lantaran terdapat kepercayaan bahwa barangsiapa yang menerima dan memegangnya pertamakali, maka ia punya peluang untuk jadi pemimpin.
Anies mengklarifikasi bahwa info tentang pengembalian itu awalnya datang dari Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, tetapi prosesnya akan dirahasiakan. “As a top secret, tidak bisa diketahui siapapun, kapan waktunya, dll. Semua dijaga confidentiality-nya karena nilai barang ini priceless. Banyak orang yang mencoba memburu barang ini. Jadi mereka menempatkan ini sebagai sebuah operasi khusus. Kemudian (tongkat) Cakra tadi dibawa dari Belanda dan pemerintah Belanda tidak memberi tahu jam penerbangan, siapa yang membawa, enggak ada yang tahu,” terang Anies.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















