top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jenderal Hobi Berburu Babi

Usai meninggalkan gelanggang tempur, sejumlah jenderal mengalihkan bidikannya kepada babi hutan. Dari sekadar gemar, membantu petani, hingga menjadikan mata pencaharian.

17 Jun 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Herman Sarens Sudiro dengan koleksi senjatanya. (Repro buku "Ancemon Gula Pasir")

  • 17 Jun 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

PRESIDEN Soeharto sekali waktu mengadakan rangkaian kunjungan ke daerah transmigrasi. Program transmigrasi memang sedang digalakkan pemerintah pada dekade 1980-an. Soeharto datang untuk melihat kemajuan program itu sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat transmigran.


Para petani mengeluh kepada presiden tentang hama babi hutan perusak tanaman. Untuk menanggulanginya, pemimpin kelompok tani mengimbau agar dikirimkan tim Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia). Bertepatan pula dalam anjangsana itu, turut serta Ketua Perbakin Jakarta Brigjen (Purn.) Herman Sarens Sudiro.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page