top of page

Sri Lanka Tempat Pembuangan VOC

VOC menjadikan Sri Lanka tempat pembuangan orang-orang yang dianggap berbahaya dari Nusantara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan armada VOC di Colombo, Ceylon (kini Sri Lanka) karya Johannes Kip tahun 1775. (themaritimegallery.co.uk/Wikimedia Commons).

11 Jul 2022
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Mar

SETELAH melihat Singapura dan Malaysia, banyak orang Indonesia yang percaya negara-negara jajahan Inggris lebih baik nasibnya ketimbang jajahan Belanda. Jajahan Inggris lain, India, saat ini terhitung maju industrinya. Namun, kabar buruk datang dari Sri Lanka, jajahan Inggris yang dulu disebut Ceylon. Negara itu bangkrut.


Meski dikenal sebagai jajahan Inggris, namun Sri Lanka pernah dikuasai VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Daerah itu dijadikan tempat pembuangan orang-orang yang dianggap berbahaya oleh VOC dari Jawa, Sulawesi, dan Maluku.


VOC membuang salah seorang raja Mataram ke Sri Lanka sekitar tahun 1708. “Amangkurat III ditawan dan dibuang ke Sri Lanka, tempat dia wafat pada tahun 1734,” tulis M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200–2008.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page