top of page

Raja yang Diasingkan

Ketika mendengar rajanya tertangkap dan dibuang oleh Belanda ke Cianjur, rakyat Sunggal berkabung selama tiga bulan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Raja Sunggal di Pamoyanan, Cianjur. Foto: Hendi Jo

18 Jul 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 15 Mar

TAK sulit menemukan makam Sri Diraja Datuk Badiuzzaman Surbakti, raja Sunggal, di Kompleks Pemakaman Pamoyanan, Cianjur. Begitu masuk dan menyebut “makam Istana Deli”, penjaga kompleks pemakaman akan membawa Anda ke sebuah pusara kokoh berumpak dua. Namun tak ada yang tahu siapa Datuk Badiuzzaman. Termasuk Iwan (42), penjaga kompleks pemakaman.


“Yang jelas hampir setiap tahun makamnya dikunjungi orang-orang dari luar Cianjur, terutama dari Jakarta dan Sumatra,” ujar Iwan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page