- 8 Sep 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 21 Mar
PADA 2 Juli 1609, dua kapal dagang Maskapai Perdagangan Hindia Timur (VOC) –De Rode Leeuw met Pijlen dan De Griffioen– berlabuh di Hirado, sebuah pulau di pantai barat Kyushu. Itu menjadi kali pertama kapal dagang Belanda masuk ke wilayah Jepang, setelah tahun 1600 kapal ekspedisi mereka secara tidak sengaja terdampar di Teluk Usuki, Kyushu, saat sedang mencari tempat berdagang di Asia Timur.
Dua awak kapal, sekaligus saudagar besar Belanda, Abraham van den Broek dan Nicolaas Puyck, diperkenankan bertemu penguasa Jepang Shogun Tokugawa Ieyasu. Dalam kesempatan itu mereka meminta izin mendirikan kantor dagang Belanda di Hirado. Pada Agustus, izin tersebut disetujui. Belanda juga boleh memasuki semua pelabuhan Jepang. Jacques Speck ditunjuk sebagai kepala perwakilan VOC di Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















