Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Delapan Kesamaan Diponegoro dan Sukarno

Diponegoro dan Sukarno, tokoh termasyhur dalam sejarah Indonesia. Keduanya memiliki banyak kesamaan.
Sukarno dan Diponegoro.
Historia
pengunjung
8.4k

SEJARAH Indonesia diwarnai oleh para tokoh. Tetapi, hanya dua sosok yang bisa melampaui batas diri mereka sebagai manusia dalam 200 tahun terakhir. Mereka adalah Pangeran Diponegoro (1785-1855) dan Sukarno (1901-1970).

Demikian dikemukakan sejarawan Peter Carey dalam seminar “Memaknai 70 tahun Kemerdekaan Indonesia di Tengah Dunia yang Berubah dalam Perspektif Sejarah,” di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 20 Agustus 2015.

Selama lebih dari 30 puluh tahun, Carey meneliti Diponegoro dan menulis biografinya yang telah diterjemahkan, Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama Jawa, 1785-1855 (tiga jilid setebal 1.456 halaman). Versi singkatnya, Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855). (Baca: Memenuhi Ramalan)

“Keduanya akhirnya meninggal dalam situasi yang sangat tragis, tapi itu sendiri menjadi salah satu bagian hidup yang melampaui batas diri mereka sebagai manusia,” ujar Carey. (Baca: Sama-sama besar namanya dan tragis nasibnya)

Menurut Carey, ada banyak kesamaan Diponegoro dan Sukarno, di antaranya sebagai berikut:

1. Takdir

Sejak lahir, keduanya sudah memiliki takdir. Ibunya membawa bayi Diponegoro kepada eyang buyut Mangkubumi, yang meramalkan: “Jagalah baik-baik anak ini, sebab anak ini akan mengakibatkan lebih banyak kerusakan kepada Belanda daripada yang saya lakukan sendiri dalam Perjanjian Giyanti.”

Saat Sukarno lahir, ibunya telah menakdirkannya sebagai putra sang fajar. Orang yang akan memimpin bangsanya keluar dari penjajahan.

2. Garis keturunan di luar Jawa

Diponegoro dan Sukarno bukan Jawa tulen. Sukarno keturunan Bali-Jawa Timur. Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, keturunan bangsawan Bali. Sedangkan, Diponegoro memiliki garis keturunan Madura-Nusa Tenggara Barat. Dia masih trah dari Sultan Abdul Kadir I yang mendirikan Kesultanan Bima.

3. Figur berpengaruh

Dalam perjalanan hidup keduanya, ada sosok penting yang berpengaruh. Diponegoro dipengaruhi sosok eyang buyut yang mengasuhnya, Raden Ayu Serang. Sedangkan Sukarno mempunyai Sarinah, pengasuhnya saat kecil dan kemudian gurunya, H.O.S Tjokroaminoto.

Keduanya pun memiliki pendamping hidup yang berbobot. Sukarno didampingi istrinya, Inggit Garnasih. Sosok yang mengantarkan Sukarno ke pintu gerbang kemerdekaan (Baca: Inggit Garnasih, Perempuan yang “Menghidupkan dan Menyayangi” Sukarno). Diponegoro didampingi oleh dua istrinya yang paling setia: Raden Ayu Maduretno mendampinginya selama Perang Jawa dan Raden Ayu Ratnaningsih menemaninya dalam pembuangan di Manado.

4. Figur yang membara dan mempesona

Keduanya adalah ahli pidato yang mengesankan. Hal ini tidak diragukan lagi terdapat dalam diri Sukarno. Sedangkan Diponegoro, dalam sebuah bait babad Jawa kuno, dijelaskan bahwa Diponegoro bisa berbicara dengan siapa pun dan semua orang mencintainya.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Sukarno dan Diponegoro.
Sukarno dan Diponegoro.