top of page

Suami-Istri Cerai Gara-gara Beda Partai

Ketika pemilu menyebabkan prahara rumah tangga. Pasca Pemilu 1955, pandangan politik yang berseberangan diantara pasutri turut meningkatkan angka perceraian.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 23 Feb 2024
  • 2 menit membaca

Beda pilihan dalam pemilihan umum ada kalanya membuat hubungan antar-individu jadi renggang. Perseteruan saban lima tahunan ini melingkupi berbagai kalangan dan lingkungan. Mulai dari media sosial, tempat kerja, tempat tinggal, hingga keluarga. Fenomena itu masih terjadi pula pada pemilihan umum tahun ini.


Baru-baru ini dikabarkan, seorang pria di Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kekerasan kepada istrinya. Aksi KDRT itu dipicu karena sang istri berbeda pilihan calon presiden dengan suaminya. Mengetahui istrinya berbeda pilihan capres, sang suami memukul bagian belakang kepala istrinya.


“Pengakuan korban pilih capres nomor urut 2 Prabowo-Gibran sedangkan sang suami memilih capres nomor urut 1, Anis-Muhaimin. Laporan korban masuk pada 15 Februari kemarin,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Batu Aji Iptu Yudha Firmansyah, seperti dilansir dari detik.com.



Dalam demokrasi, perbedaan pilihan politik lumrah terjadi, bahkan di antara suami dan istri. Namun, di Indonesia, kasus keretakan rumah tangga yang berpangkal dari perbedaan pilihan capres mulai menggeliat sejak Pemilu 2009. Kalau ditarik lagi lebih ke belakang, perkara beda pilihan politik antara suami-istri sebenarnya sudah terjadi pada pemilu pertama tahun 1955. Dalam beberapa kasus bahkan berujung perceraian.


Pemilu 1955 diselenggarakan pada 29 September 1955. Menjelang pemilu, tiap-tiap partai menggencarkan kampanye bahkan saling sindir dan serang. Setelah pemilu berakhir, angka perceraian di beberapa daerah meningkat. Persoalan yang dihadapi pasutri memang bermacam-macam.


Menurut data Kantor Urusan Agama Kabupaten Cilacap, banyak perceraian yang terjadi selama bulan Oktober dan akhir triwulan ketiga tahun 1955. Kebanyakan kasus perceraian lantaran banyak suami yang tidak bertanggung jawab atau melalaikan kewajiban pada istri.



Angka-angka resmi untuk bulan Oktober 1955 memperlihatkan data: nikah 2711 orang, talak 1222 orang, dan rujuk 112 orang. Sementara itu, pada akhir triwulan ketiga: nikah 4508 orang, talak 3148 orang, dan rujuk 282 orang. Dari 3148 perceraian, 920 gugatan berasal dari suami, 834 gugatan permintaan istri, dan 1394 datang dari kedua belah pihak.  


Penyebab perceraian meliputi berbagai motif. Suami meninggalkan kewajibannya (1256 gugatan); persoalan ekonomi (960 gugatan); sebab-sebab biologis atau penyakit kejiwaan (16 gugatan); karena dimadu (311 gugatan), karena krisis moral (582). Namun, dari sekian motif tadi, ada alasan yang terbilang unik atau baru pada saat itu, yakni sebab-sebab politis (4 gugatan). Motif perceraian politis bersebab pada pilihan politik yang berbeda antara suami dengan istri dalam pemilu.


“Perceraian akibat dari soal politik (pertentangan ideologi) kebanyakan terdapat pada dua aliran, yakni si suami sebagai anggota PKI dan istrinya Masjumi, atau sebaliknya,” demikian diberitakan Kedaulatan Rakjat, 23 November 1955.



PKI dan Masjumi memang dua partai dengan ideologi yang saling bertentangan. Di Konstituante, legislatornya adu debat merumuskan dasar negara. Para kadernya pun ikut saling sikut di akar rumput. Jadi, tidak hanya di parlemen dan tingkat kader, percekcokan PKI dengan Masjumi ternyata juga merembet ke rumah tangga konstituennya masing-masing.  

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page