top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kontingen SEA Games Indonesia Tanpa Sambutan di Malaysia

Tak ada panitia SEA Games Malaysia yang menyambut kontingen Indonesia di bandara. Dipandang sebelah mata, namun keluar jadi juara.

23 Agu 2017

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sekjen KONI Pusat M.F. Siregar bersama tim renang Indonesia. (Repro Matahari Olahraga Indonesia).

Indonesia kali pertama mengikuti SEA Games ke-9 pada 19-26 Desember 1977 di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebelumnya, ajang ini bernama SEAP Games yang hanya diikuti negara-negara semenanjung di Asia Tenggara. Keikutsertaan Indonesia berkat Malaysia yang bersedia menjadi tuan rumah dengan syarat Indonesia dan Filipina diterima menjadi anggota SEAP Federation yang kemudian berubah menjadi SEA Federation. Sehingga, SEAP Games berubah menjadi SEA Games.


Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengirim 313 wakil: 193 atlet putra, 75 putri, 35 ofisial, dan 13 petinggi KONI yang dipimpin Sekjen KONI M.F. Siregar. KONI Pusat melepas secara resmi kontingen Indonesia pada 15 November 1977. Sesampainya di Malaysia, kontingen Indonesia tidak disambut panitia penyelenggara. Sebagai peserta debutan, Indonesia dipandang sebelah mata.


“Tidak ada sambutan di bandara sama sekali. Kami jalan sendiri ke tempat penginapan. Bahkan, di suratkabar pun, tak ada berita kedatangan kontingen Indonesia,” kata M.F. Siregar dalam biografinya, Matahari Olahraga Indonesia.


Tak adanya sambutan bagi kontingen Indonesia tidak mematahkan semangat tanding para atlet. Sebaliknya, kata Siregar, SEA Games 1977 bagi mereka adalah memenuhi veni, vidi vici (kami datang, kami melihat, kami menang) jadi inspirasi tersendiri.


“Pemberangkatan kontingen Indonesia mempunyai dasar falsafah, yakni falsafah prestasi,” kata Siregar yang juga merangkap direktur olahraga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan serta ketua I Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI).


Atlet Indonesia membuat gebrakan sejak di hari pertama SEA Games. Atlet renang memborong enam medali emas. Sejak hari pertama itu, kolam renang menjadi ajang pesta atlet renang Indonesia. Tim renang putra menyapu bersih 19 medali emas di semua nomor. Total di cabang renang putra dan putri, Indonesia mengoleksi 21 emas, 9 perak dan 5 perunggu.


“Saat itulah, semua mata memandang kagum pada Indonesia,” kenang Siregar.


Keberhasilan di cabang renang diikuti cabang-cabang lain. Sehingga, Indonesia yang baru pertama kali ikut SEA Games langsung menjadi juara umum dengan mendulang 62 emas, 41 perak dan 34 perunggu.


Kisah kesuksesan kontingen Indonesia menghiasi berbagai suratkabar, baik di dalam negeri maupun di negara-negara tetangga. “Surat kabar terkemuka di Malaysia, Berita Harian, di halaman satu memuat berita bertajuk ‘Vini Vidi Vici Indonesia’,” kata Siregar.


Setelah SEA Games 1977, Indonesia kembali menjadi juara umum di ajang pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara itu, pada 1979, 1981, 1983, 1987, 1989, 1991, 1993, 1997, dan terakhir 2011.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

A Historical Pilgrimage to Petamburan, Jakarta (3-End)

A Historical Pilgrimage to Petamburan, Jakarta (3-End)

Tan Tjeng Bok was known as an actor for three eras. He was once the highest-paid artist, but his life ended in sorrow. He was buried in the Petamburan Public Cemetery.
Membuka Tirai Panggung Olimpiade Musim Dingin

Membuka Tirai Panggung Olimpiade Musim Dingin

Singapura menyusul Filipina, Thailand, Malaysia, dan Timor-Leste ikut Olimpiade Musim Dingin. Indonesia kapan?
Sultan Alaudin Sulit Dikalahkan Belanda

Sultan Alaudin Sulit Dikalahkan Belanda

Dengan membuat kerajaannya terbuka sehingga kuat, Sultan Alauddin sulit ditaklukkan Belanda.
Senandung Nada di Lokananta

Senandung Nada di Lokananta

Studio musik pertama dan terbesar di Indonesia yang merekam suara-suara bernilai baik dari segi artistik. Lokananta tetap eksis sebagai saksi perkembangan musik Indonesia.
Demam Telenovela di Indonesia

Demam Telenovela di Indonesia

Bermula dari sandiwara radio di Kuba, revolusi membuka jalan alih wahana radionovela menjadi telenovela. Sinema Amerika Latin ini menyebar ke berbagai negara termasuk membanjiri layar kaca Indonesia.
bottom of page