- 17 Mar 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
KAPAL selam K-15 milik Koninklijk Marine (KM) atau Angkatan Laut Kerajaan Belanda merapat di Tanjung Priok, Jakarta pada September 1945. Seorang awaknya memutuskan keluar untuk bergabung dengan Republik Indonesia yang baru merdeka.
“Subyakto pergi setibanya di Tanjung Priok (Jakarta) September 1945,” kata Aart Hopman, perwira muda di K-15 dalam majalah Klaar voor Onderwater No. 117 tahun 2011.
Letnan Laut Kelas Tiga R. Subyakto dan Perwira Administrasi Kelas Dua Washington Siahaan resmi keluar dari Angkatan Laut Kerajaan Belanda terhitung sejak 1 Januari 1947 berdasarkan Koninklijk Besluit van 16 Januari 1947 No. 25, sebagaimana diwartakan koran Nederlandsche Staatscourant, 7 Maret 1947. Keduanya diterima oleh Republik Indonesia yang butuh banyak tenaga pendukung di bidang militer.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















