- 17 Apr 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
SEBUAH kapal merapat di Pelabuhan Semarang pada awal Mei 1950. Tak lama berselang, sepasukan tentara turun dari kapal. Mereka tidak membawa senjata. Selain orang-orang Ambon, mereka ada yang orang Manado, Timor, dan juga Jawa. Mereka bekas KNIL. Sebelumnya, mereka terlibat dalam Pemberontakan Andi Azis di Makassar pada 5 April 1950.
Koran De Locomotief, 31 Mei 1950, menyebut di dalam rombongan pasukan dari Makassar itu terdapat dua kawan lama Panglima Tentara dan Teritorium III Jawa Tengah (Diponegoro) Kolonel Gatot Subroto. Maklum, antara tahun 1928 hingga 1942 Gatot adalah sersan KNIL.
Kolonel Gatot pun menemui mereka. Ia berusaha memastikan agar pasukan yang baru datang itu tidak dianggap penjahat perang. “Mereka hanya ditipu oleh pemimpin mereka,” kata Gatot Subroto seperti diberitakan De Vrije Pers dan Java Bode, 3 Juni 1950.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















