top of page

Film Laris Pertama Produksi Dalam Negeri

Film laris pertama produksi dalam negeri ini tidak memuaskan pimpinan rumah produksinya. Sutradaranya pun kecewa dan memutuskan keluar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rd. Mochtar dan Miss Roekiah, pemeran utama film Terang Boelan. (purwokertoantik.com/Wikimedia Commons).

  • 31 Mar 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 1 Jul

HARI Film Nasional diperingati setiap 30 Maret. Tanggal ini diambil dari syuting hari pertama film Darah dan Doa pada 30 Maret 1950. Film garapan sutradara Usmar Ismail ini dianggap sebagai film nasional pertama karena sudah didasari oleh kesadaran nasional. Film ini diproduksi oleh studio film lokal setelah Indonesia merdeka, yakni Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia), yang didirikan Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail.


Meski dianggap sebagai film nasional pertama, tapi Darah dan Doa bukan film pertama buatan dalam negeri. Menurut sutradara dan tokoh perfilman, Misbach Yusa Biran dalam Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa, film lokal atau film buatan dalam negeri telah diproduksi sejak tahun 1926, tapi film-film ini belum dapat dianggap sebagai film nasional. “Film-film yang dibuat sampai tahun 1949 belum bisa disebut sebagai film Indonesia. Hal ini disebabkan film yang dibuat pada masa itu tidak didasari kesadaran nasional.”


Film-film yang diproduksi pada zaman kolonial Belanda sekadar untuk hiburan dan mencari keuntungan. Sementara film yang diproduksi pada masa pendudukan Jepang, meski ada yang memiliki kesadaran kebangsaan, tapi yang membuat kebanyakan orang Jepang. Walaupun tak dipandang sebagai film nasional, film-film yang diproduksi sebelum kemerdekaan berperan penting dalam membangun minat masyarakat terhadap film.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
34 tahun lalu, komandan Kopassus ini telah mengatakan mungkin di masa datang Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.
34 tahun lalu, komandan Kopassus ini telah mengatakan mungkin di masa datang Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.
Bagaimana media Timur Tengah mengomentari seputar pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai pejabat presiden.
Bagaimana media Timur Tengah mengomentari seputar pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai pejabat presiden.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
transparant.png
bottom of page