top of page

Annie Landouw, Biduanita Tunanetra

Seorang perempuan dari Solo tunanetra sejak kecil. Di kemudian hari menjadi penyanyi keroncong hebat.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 8 Des 2022
  • 3 menit membaca

Sejarah musik keroncong Indonesia tak hanya punya musisi-musisi hebat laki-laki seperti Ismail Marzuki, S. Abdullah, Gesang, atau Kusbini. Musisi keroncong perempuan juga pernah jadi idola penggemar pada masanya. Sebut saja Miss Rukiah, Miss Netty, Miss Jacoba, hingga Miss Annie Landouw. Nama yang terakhir bahkan seorang penyanyi keroncong tunanetra.


Annie Landouw lahir di Solo pada 1913. Sejak usia satu tahun ia telah mengalami tunanetra. Menurut Victor Ganap dalam Krontjong Toegoe in Tugu Village: Generic Form of Indonesia Keroncong Music, seorang Belanda bernama Ferdinand Roland Landouw kemudian mengangkatnya sebagai anak.


Dalam wawancara dengan surat kabar Pewarta Surabaia, 30 September 1939, Annie Landouw suka menyanyi sejak usia lima tahun. “Ayah saya ada kampiun nyanyi, ia ada jadi eigenaar (pemilik) stambul Amoenaris,” kata Annie Landouw.



Mendengar ayahnya mendapat sambutan tepuk tangan dari penonton ketika menyanyi di atas panggung, keinginan Annie Landouw menjadi penyanyi semakin besar. Setelah stambul Amoenaris tak lagi aktif, Annie meminta sebuah gitar kepada ayahnya.


“Permintaan saya tentu diturutin sebab ayah saya sangat sayang dan saya ada anak yang satu-satunya,” kata Annie Landouw.


Sejak itu, Annie Landouw semakin serius berlatih menyanyi. Pada 1927, ketika baru berusia 14 tahun, untuk pertama kalinya Annie mengikuti Fandel Concours Keroncong di Surakarta. Iamenyabet juara satu.


“Matanya yang cacat sebagai penyanyi keroncong tidak menghalanginya untuk meraih juara pertama pada tahun 1927 Fandel Concours Keroncong di Surakarta, di mana setelah itu Annie memiliki beberapa kontrak rekaman dengan Decca, Columbia…,” tulis Victor Ganap.


Salah satu piringan hitam Annie Landouw yang populer ialah Keronchong Pearls yang memuat lagu Air Laut, Stambul O Tuhan, Fatimah, Keroncong Spesial, Kr. Moritsko, hingga Stambul Masuk Keluar Kampung. Lagu Stambul O Tuhan mengisahkan dirinya sendiri yang tunanetra.



Dari Surakarta, Annie Landouw mulai menyanyi ke kota-kota lain seperti Surabaya dan Tegal. Bahkan ia kemudian melakukan trip ke Singapura dan Malaya. Namun, sepulang dari trip dan menikah, ia sempat istirahat dari panggung keroncong.


Pada 1936, Annie Landouw menyanyi kembali. Ia memulai kembali dari Surakarta dan di Semarang ia langsung merebut juara Java Kampiun. Radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij) Bandung kemudian menyiarkan rekaman Annie Landouw secara reguler.


Annie Landouw kemudian kembali melakukan tur ke Malaya yang dipimpin oleh penyanyi keroncong kawakan S. Abdullah. Kembali dari Malaya, ia mengikuti Krontjong Councours Pasar Gambir dan merebut juara tiga. Ia kemudian menetap di Batavia dan bergabung dengan grup keroncong Lief Java.


Menurut Ninok Leksono dalam Seabad Ismail Marzuki, Senandung Melintas Zaman, bersama Lief Java, ia menyanyi untuk radio VORO (Vereeniging voor Oostersche Radio Oemroep) setiap Sabtu malam. Mereka tampil tanpa dibayar karena VORO masih berupa radio rintisan. Sementara menurut Pewarta Soerabaia ia tampil sembilan kali dalam sebulan.


“…terima panggilan menyanyi apabila temponya vrij(bebas) dan 1 tahun sekali opname(rekaman) buat plaat gramofon,” tulis Pewarta Soerabaia.


Penghasilan Annie Landouw sebagai penyanyi tampaknya tak menentu. Kadang ia dapat penghasilan besar, kadang hanya cukup untuk ongkos.“Saya terpaksa gadaikan barang-barang perhiasan saya,” kata Annie jika sedang tak ada penghasilan.



Peter Keppy dalam “Keroncong, Concours and Crooners, Home Grown Entertainment in Early Twentieth-Century Batavia” yang termuat dalam Linking Destinies, Trade, Towns and Kin in Asian History menyebut pada 1940, tersiar kabar Annie Landouw hendak menjalani operasi mata. Ketika itu, sekelompok orang Tionghoa-Indonesia di Batavia secara spontan mengumpulkan dana untuk membantunya. Tapi Annie Landouw menolak. Ia takut berutang budi.


Keppy juga menyebut Annie Landouw menginspirasi tokoh utama dalam novel Belenggu karya sastrawan Pujangga Baru, Arjmin Pane.


“Karakter ini ditampilkan Pane untuk menjawab persoalan sosial-budaya yang mendesak dalam masyarakat Indonesia dan kesulitan untuk mendamaikannya: moralitas konvensional, emansipasi perempuan, identitas budaya baru, nasionalisme, dan modernitas,” tulis Keppy.


Selain menyanyi, Annie Landouw juga membintangi beberapa film seperti Fatimah (1938), Siti Akbari (1939), Gagak Hitam (1939), Sorga Ketudjuh (1940) dan Roekihati (1940). Setelah Perang Dunia II, Annie Landouw tampaknya tak aktif lagi dipanggung keroncong maupun layar perak. Biduanita tunanetra itu meninggal dunia pada 17 Agustus 1982 di Jakarta.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
bg-gray.jpg
Seorang kiai kampung diadili karena dianggap mengingkari syariat. Sebuah kritik atas pembacaan Serat Cebolek.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.
bg-gray.jpg
In addition to the epigraphs found on the seven inscriptions, historical sources regarding Tarumanagara also come from statues and temples at two archaeological sites.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
Fenomena Lipstick Effect muncul ketika krisis ekonomi. Perempuan membeli kosmetik untuk memanjakan diri sebagai mekanisme psikologis mengatasi tekanan.
Fenomena Lipstick Effect muncul ketika krisis ekonomi. Perempuan membeli kosmetik untuk memanjakan diri sebagai mekanisme psikologis mengatasi tekanan.
Beragam faktor, terutama perubahan birokrasi dan pertanian paksa, menyengsarakan rakyat sejak era kolonial hingga Jepang. Memicu konflik antara penduduk dengan penguasa. Kebanyakan dipimpin tokoh agama.
Beragam faktor, terutama perubahan birokrasi dan pertanian paksa, menyengsarakan rakyat sejak era kolonial hingga Jepang. Memicu konflik antara penduduk dengan penguasa. Kebanyakan dipimpin tokoh agama.
Demi jaga hak, sejarah, asal-usul, dan adat-istiadat suku Muyu bagi generasi-generasi penerusnya, kepala adat marga Kimko di suku Muyu gelar tradisi pesta babi sebagai bentuk perlawanan.
Demi jaga hak, sejarah, asal-usul, dan adat-istiadat suku Muyu bagi generasi-generasi penerusnya, kepala adat marga Kimko di suku Muyu gelar tradisi pesta babi sebagai bentuk perlawanan.
transparant.png
bottom of page