Pilih Bahasa: Indonesia

Mesin ATM Pertama di Indonesia

Pada awalnya butuh waktu lama untuk masyarakat Indonesia mau menggunakan ATM.
 
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA.
Foto
Historia
pengunjung
8.8k

Gangguan pada satelit Telkom-1 mengakibatkan ribuan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) bank-bank nasional tidak bisa digunakan (offline). Masyarakat yang bergantung pada ATM kesulitan melakukan transaksi perbankan, seperti penarikan, pembayaran, atau transfer. Padahal, di awal ATM diperkenalkan, masyarakat tidak langsung mau menggunakannya.

Mesin transaksi uang yang kemudian dikenal sebagai ATM pertama kali muncul di Amerika Serikat (1961), Jepang (1966), Inggris (1967), dan Swedia (1968). Di Indonesia, bank pertama yang mengenalkan ATM adalah Bank Niaga tahun 1987.

“Pada saat ATM pertama kali diperkenalkan oleh dunia perbankan di Indonesia terhadap para nasabahnya, diperlukan waktu sangat lama untuk mampu mengubah pikiran konsumen untuk beralih dari cara tradisional (mengantri di loket) ke cara modern (menggunakan ATM),” tulis Alois A. Nugroho dan Ati Cahayani, dosen Unika Atmajaya, dalam Multikulturalisme dalam Bisnis.

Menurut Soetanto Hadinoto, bankir yang berkarier di BRI selama 32 tahun, pertama kali ATM dikembangkan karena munculnya kebutuhan alternatif transaksi selain di kantor cabang bank. Namun, nasabah ragu-ragu menggunakannya. Sebab, tidak mudah membangkitkan kepercayaan nasabah pada ATM sebagai perwakilan bank dalam membantunya bertransaksi. Belum lagi soal pemakaian mesin ATM itu sendiri.

“Aman atau tidak? bisa keluar dengan jumlah persis seperti yang diminta? uang di rekening berkurangkah tanpa diminta? Banyak pihak belum melirik keandalan mesin ini. Bahkan ada pula yang mencemooh,” tulis Soetanto dalam Bank Strategy on Funding and Liability Management.

Setelah Bank Niaga, Bank BCA menyediakan ATM pada 1988, disusul bank-bank lain. “Nasabah baru terbiasa menggunakan ATM sekitar 10 tahun kemudian. Diperlukan edukasi nasabah yang terus menerus,” tulis Soetanto. Pada saat itulah ATM berkembang pesat. Mesin kasir otomatis ini dengan mudah dapat ditemui di mana-mana. Jaringannya semakin luas. Nasabah semakin akrab dengan ATM.

Menurut pakar marketing Hermawan Kartajaya dalam Kompas 100 Corporate Marketing Cases, meski bukan yang pertama menawarkan layanan ATM dan internet banking di Indonesia, BCA adalah bank pertama yang melakukan proses edukasi sistematis dalam pemakaian kedua layanan electronic delivery channel tersebut. Proses edukasi tersebut diimbangi dengan penambahan keberadaan ATM dan fasilitas layanan ATM serta internet banking secara sistematis.

“Dan karena BCA dibiarkan sendirian melakukan hal tersebut, maka bukan hal yang mengherankan kalau apa yang dilakukan BCA tersebut kemudian menciptakan kebiasaan baru bagi para penabung yang susah diubah, termasuk dalam pemilihan merek bank yang digunakan,” tulis Hermawan.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA.
Foto
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA.
Foto