- 17 Feb 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
ALUN-ALUN contong berada tak jauh dari pertemuan Jalan Pahlawan dan Jalan Kramat Gantung, Surabaya, sekitar 600 meter dari Tugu Pahlawan. Kini, kawasan ini lebih dikenal dengan daerah Baliwerti. Alun-alun contong dibentuk pada abad ke-19, saat bangunan kampung dikorbankan untuk membangun terusan Jalan Gemblongan ke arah utara sebagai tembusan dengan ujung selatan Pasar Besar (kini Jalan Pahlawan).
Nama contong diambil dari tugu berbentuk kerucut atau contong yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Namun, ada juga yang menyebut karena denah tanahnya berbentuk kerucut.
Menurut Olivier Johannes Raap dalam Kota di Djawa Tempo Doeloe, pada 1889, lapangan ini diberi nama Von Bultzingslowenplein, diambil dari nama Gunther von Bultzingslowen (1839-1889), mantan konsul Jerman di Surabaya. Ia berjasa terhadap Palang Merah Belanda dalam Perang Aceh I (1878-1874).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












