top of page

Partono, Pilot Jadi Menteri

Pilot ini diangkat jadi menteri karena berhasil menerbangkan rombongan Presiden Sukarno dari Tokyo ke Biak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno melambaikan tangan di pintu pesawat ketika akan mengadakan kunjungan ke luar negeri. (Blog Pena Soekarno).

3 Mei 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Apr

PRESIDEN Sukarno beberapa kali melawat ke Jepang. Kunjungan terakhirnya pada Januari 1965 menghadapi masalah ketika akan kembali ke Indonesia. Petugas keamanan memberitahukan bahwa rute terbang melalui Okinawa, Hongkong, dan Manila, tidak aman.


Setelah menerima laporan itu, Sukarno memanggil dan bertanya kepada Kapten Partono, pilot pesawat jet Garuda: apakah mampu untuk menerbangkan rombongan presiden secara nonstop melalui rute di luar peta penerbangan, yakni dari Tokyo langsung ke Biak di Irian Barat (Papua).


“Kapten Partono menyatakan kesanggupannya untuk menerbangkan pesawat melalui rute yang panjang di barat daya Pasifik itu, walaupun penerbangan semacam itu, dengan membawa presiden, biasanya didahului dengan beberapa kali penerbangan penjajakan,” kata Ganis Harsono dalam Cakrawala Politik Era Sukarno. Saat itu, Ganis menjabat deputi menteri dan juru bicara Departemen Luar Negeri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page