top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Menebeng di Ibukota

Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.

30 Apr 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lalu lintas Jakarta.

  • 1 Mei 2013
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

RADJIMO Sastrowijono, peneliti sejarah, biasa bolak-balik Serang-Jakarta dengan angkutan umum. Kenaikan harga bahan bakar minyak pada 2005 mengubah keadaan itu. Dia beralih menebeng kendaraan pribadi orang lain. Kebetulan di Serang ada sejumlah pengemudi yang gemar memberi tebengan. Mereka menjadi komunitas dan berkembang hingga sekarang.


Mereka yakin tebeng-menebeng bisa menjadi solusi alternatif untuk masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Sebelumnya, keyakinan ini pernah diutarakan S. Hoepodio, wakil gubernur Jakarta, saat menyikapi kepadatan lalu-lintas ibukota pada 1964.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page