top of page

Kunjungan Sukarno ke Maroko

Sukarno meresmikan jalan atas namanya di Maroko. Di sana juga ada jalan Jakarta dan bunderan Bandung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno dan Raja Mohammed V dalam mobil terbuka memasuki kota Rabat, Maroko, 2 Mei 1960. (Repro Liku-Liku Kehidupan Seorang Diplomat).

22 Okt 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

PRESIDEN Sukarno dan rombongan tiba di Bandara Sale, Maroko, pukul 2.40 siang tanggal 2 Mei 1960. Disambut oleh Raja Maroko Mohammed V, Putra Mahkota Moulay Hassan, Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Abdullah Ibrahim, para menteri, pembesar sipil dan militer, serta korps diplomatik.


Pasukan berkuda dari suku Berber dikerahkan di dekat bandara. Mereka menembakkan bedil sebagai tanda gembira. Rakyat menyambut di sepanjang jalan dari bandara sampai kota Rabat.


“Membuka iringan ialah sedan dengan kap terbuka dengan Presiden Sukarno dan Raja Mohammed V berdiri dan melambaikan tangan membalas sambutan rakyat,” kata H. Imrad Idris dalam Liku-Liku Kehidupan Seorang Diplomat. Imrad bergabung dalam misi khusus yang mempersiapkan kunjungan Sukarno ke Maroko.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
transparant.png
bottom of page