top of page

Kemacetan di Batavia Tempo Dulu

Kemeriahan Pasar Gambir menyedot perhatian penduduk Batavia. Menyebabkan kemacetan yang membuat kendaraan tak bergerak selama berjam-jam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana Pasar Gambir di Batavia sekitar tahun 1925. (KITLV).

  • 25 Jan 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 12 Mar

BUNYI klakson mobil dan motor saling bersahutan saat melintasi ruas-ruas jalan di Jakarta yang padat saat jam pulang kerja. Kemacetan memang bukan hal baru bagi penduduk di Jakarta. Antrean panjang kendaraan kerap terlihat di jam-jam sibuk, seperti pagi hari saat orang-orang menuju kantor atau sekolah, dan sore hari saat mereka kembali ke rumah.


Kondisi lalu lintas di Jakarta yang sempat lengang kala pembatasan aktivitas sebagai imbas penyebaran Covid-19, kini kembali padat. Kemacetan terlihat di sejumlah ruas jalan ibu kota. Berbagai upaya dilakukan guna mengurai kepadatan lalu lintas, mulai dari melakukan integrasi moda transportasi publik, memberlakukan aturan ganjil genap, hingga rencana menerapkan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). Pengendara yang melintasi kawasan ERP akan dikenai tarif. Sanksi juga akan diberlakukan bagi pengendara yang melanggar aturan tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Balapan ini bermula dari tujuan pemujaan terhadap dewa-dewi. Namun kemudian justru dilarang.
Balapan ini bermula dari tujuan pemujaan terhadap dewa-dewi. Namun kemudian justru dilarang.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
transparant.png
bottom of page