top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bus Pasar, Bus Kaum Pedagang

Tidak perlu bercampur dengan penumpang biasa. Bus ini membuat pedagang nyaman membawa pikulan, keranjang, dan karung.

13 Apr 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sebanyak 15 Bus Pasar beroperasi di Jakarta. Bus ini tanpa tempat duduk penumpang, tetapi ruang kosong untuk barang-barang pedagang. (Sinar Harapan, 15 Januari 1981/Perpusnas RI).

  • 14 Apr 2019
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 15 Nov 2025

BUS Transjakarta berdek rendah berhenti menyerong. Badan besarnya menutup seluruh jalan. Petugas bus sedang mengatur ulang karung-karung milik penumpang di dalam bus. Karung-karung itu menutup ruang berdiri penumpang lain. Si empunya karung bekerja sebagai pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Dia terpaksa menggunakan Transjakarta untuk pergi pulang bawa karung dagangan. Bercampur dan berebut ruang dengan penumpang biasa. Tak ada transportasi publik khusus untuk pedagang pikulan atau karung seperti dirinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
bottom of page