top of page

Awal Mula Hostes di Jakarta

Hostes bermula dari kemunculan klub malam di kota-kota besar. Banyak yang mencacinya, tak sedikit yang simpati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana di dalam diskotek Tanamur Jakarta, diskotek pertama di Asia Tenggara, pada 1990-an, yang menyediakan hostes, (Dok. Historia.ID).

  • 19 Sep 2018
  • 5 menit membaca

ANDA penggemar dunia gemerlap (dugem) kota-kota besar? Jika iya, anda pasti tak asing dengan perempuan pendamping untuk tetamu di tempat hiburan malam. Mereka biasa disebut lady companion di tempat karaoke. Sedangkan di klub malam dan diskotek, mereka bernama lady escort. Tugas mereka mendampingi tetamu bernyanyi dan bergoyang.


Kehadiran perempuan pendamping tetamu di tempat hiburan malam bermula sejak 1970-an. Dekade ini mencatatkan pertumbuhan awal tempat-tempat hiburan malam di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Malam di kota-kota besar menjadi lebih panjang dengan kehadiran tempat hiburan malam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page