- 17 Nov 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
SITUASI di Jalur Gaza, Palestina makin memilukan setelah lebih dari 40 hari digempur militer Israel. Dua rumahsakit di kota Gaza sudah terpaksa berhenti beroperasi.
Lima hari lalu, PRCS atau Bulan Sabit Merah Palestina, dikutip Anadolu Ajansı, Minggu (12/11/2023), menyatakan Rumah Sakit Al-Quds yang berlokasi di Tel al-Hawa, Gaza, terpaksa berhenti beroperasi setelah padamnya listrik karena kekurangan bahan bakar. Pasien-pasiennya dan staf medisnya baru bisa dievakuasi tiga hari berselang.
Hal serupa kemudian dialami Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang berlokasi di Beit Lahiya, Gaza Utara. Tidak hanya kekurangan pasokan listrik, RSI –yang pasiennya sudah membludak lima kali lipat dari kapasitas maksimalnya– sudah tak lagi punya stok obat-obatan dan fasilitas medis lainnya hingga tak lagi bisa beroperasi sejak Kamis (16/11/2023).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















