top of page

Surga Burung Langka Terancam Tambang Emas

Gunung Sahendaruman di Sangihe adalah surga bagi burung paling langka di dunia. Terancam tambang emas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Manu' niu yang terancam punah bertengger di cabang di bawah hutan hujan tropis Pulau Sangihe. (Agami Photo Agency/Shutterstock).

10 Jun 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 10 Agu

PULAU Sangihe, pulau kecil nan indah di ujung utara perairan Indonesia. Wilayahnya berbatasan laut dengan Filipina. Jika ingin menggapainya mesti menyeberang dari Manado, Sulawesi Utara. Pilihannya bisa dengan pesawat jarak pendek selama 45 menit atau kapal penyeberangan selama tujuh jam.


Jarak 2.000 km dari Jakarta mungkin membuat banyak orang tak familiar dengan nama Sangihe. Ironisnya, nama pulau ini kini lebih sering terdengar setelah alamnya terancam penambangan emas.


Sebagaimana diberitakan BBC Indonesia, penambangan emas di pulau itu akan dilakukan di atas lahan seluas 42.000 hektare dari luas keseluruhan pulau 737 km². PT Tambang Mas Sangihe (TMS) telah mengantongi izin lingkungan dan izin usaha produksi pertambangan emas seluas 3.500 hektare dari total 42.000 hektare. Luas itu meliputi setengah bagian selatan Pulau Sangihe.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page