top of page

Seabad Flu Spanyol

Kemunculannya masih jadi perdebatan. Flu Spanyol memangsa jutaan orang di dunia termasuk Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah sakit darurat selama pandemi flu Spanyol di Camp Funston, Kansas, tahun 1918. (Wikimedia Commons).

1 Des 2018
7 menit membaca

Diperbarui: 6 Jun

TEPAT satu abad silam, Flu Spanyol mengguncang dunia. Tidak ada negara yang luput dari serangannya. Pandemi influenza itu membunuh jutaan orang. Flu Spanyol membunuh sekitar dua sampai 20 persen penderita yang terinfeksi. Persentase tersebut jauh lebih besar dibandingkan influenza biasa yang hanya mampu membunuh 0,1 persen dari total penderita. Dahsyatnya serangan wabah ini membuat virologis Amerika Serikat Jeffery Taubenberger menyebut Flu Spanyol sebagai "The Mother of All Pandemics."


Asal-muasal virus ini masih menjadi perdebatan. Menurut Frank Macfarlane Burnet, virologis Australia yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari influenza, pandemi 1918 bermula di Camp Funston dan Haskell County (Kansas) Amerika Serikat. Sementara menurut North China Daily News, seperti dikutip harian Pewarta Soerabaia, pandemi bermula di Swedia atau Rusia lalu menyebar ke Tiongkok, Jepang, dan Asia Tenggara.


Beberapa epidemiologis Amerika menyimpulkan, virus flu dibawa oleh buruh Tiongkok dan Vietnam yang dipekerjakan militer Inggris dan Perancis selama Perang Dunia I (PD I). Alasan utamanya, mereka terbiasa hidup berdekatan dengan burung dan babi. Namun argumen tersebut dibantah Dr. Edwin Jordan, editor dari Journal of Infectious Disease, dengan menyebut bahwa wabah flu di Tiongkok tidak menyebar dan berbahaya. Jordan juga tidak sepakat dengan teori yang menyebutkan India atau Perancis sebagai asal dari virus mengingat virus flu di kedua negara tersebut hanya bersifat endemik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Dansa maraton menjadi salah satu hiburan populer penduduk Amerika di masa Depresi Besar. Para peserta menari berpasangan hingga berbulan-bulan demi mendapatkan hadiah uang.
Dansa maraton menjadi salah satu hiburan populer penduduk Amerika di masa Depresi Besar. Para peserta menari berpasangan hingga berbulan-bulan demi mendapatkan hadiah uang.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
Pemain sandiwara dan aktor film yang turut dalam kemelut revolusi kemerdekaan. Gugur ketika bertempur di Malang.
Pemain sandiwara dan aktor film yang turut dalam kemelut revolusi kemerdekaan. Gugur ketika bertempur di Malang.
Kelompok antidemokrasi membubarkan pertemuan para penyintas 1965 yang akan mengikuti simposium nasional yang bakal diselenggarakan pemerintah.
Kelompok antidemokrasi membubarkan pertemuan para penyintas 1965 yang akan mengikuti simposium nasional yang bakal diselenggarakan pemerintah.
transparant.png
bottom of page