- 22 Apr 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 20 Jul
KONFRONTASI Iran-Israel sudah sampai ke tahap yang mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi perang terbuka. Kedua negara yang sama-sama memiliki nuklir itu sudah saling serang dengan roket jarak jauh sebagai salah satu “spin off” kebrutalan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina sejak Oktober 2023.
Israel jadi biang keroknya lewat pemboman Kedutaan Iran untuk Suriah di Damaskus pada 1 April 2024 yang menewaskan 14 diplomat dan dua jenderal Iran. Serangan balasan dengan sekira 300 misil balistik dan drone dilancarkan Iran ke basis militer Israel di Gurun Negev pada 13 April lalu. Itu jadi serangan frontal pertama Iran ke Israel sejak berkonflik proxy pada 1980-an.
Terbaru, pada Jumat (19/4/2024) pagi, Israel bikin serangan balasan dengan roket-roketnya yang tak hanya menyasar ke Isfahan di Iran tapi juga ke Daraa, As-Suwayda di Suriah, serta Babil dan Baghdad di Irak. Kestabilan kawasan pun kian terancam sampai “baron” bisnis dan teknologi Elon Musk ikut berkomentar karena prihatin.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















