- 14 Jul 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Feb
GURUN Jornada del Muerto, New Mexico, Amerika Serikat pada 16 Juli 1945. Sekira pukul 5.30 pagi, fisikawan J. Robert Oppenheimer di base camp-nya mematung dengan wajah datar meski psikisnya tegang. Sejumlah rekan sesama ilmuwan Laboratorium Los Alamos dan kepala operasi lapangan Proyek Manhattan, Brigjen Thomas Francis Farrell, mengelilingnya. Mereka semua sedang menyaksikan “Trinity Test” atau ujicoba perdana bom atom.
Jenderal Farrell masih ingat betul ekspresi Oppenheimer di detik-detik jelang detonasi dalam ujicoba pagi itu. Ekspresinya begitu tegang, nyaris seperti tidak bernafas. Baru ketika bom atom itu sudah diledakkan dan memancarkan sinar menyilaukan serta gemuruh dahsyat, ekspresi Oppenheimer berangsur rileks.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












