top of page

Nasib Tragis Dokter Pembawa Metode Bedah

Berjasa mengenalkan pencangkokan kulit untuk mengatasi luka bakar parah, hidup dokter ini berakhir tragis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah Sakit Militer Magelang. Sumber: Koleksi Tropenmuseum.

  • 23 Mar 2019
  • 2 menit membaca

SEORANG gadis Jawa berusia 15 tahun mengalami luka bakar serius di dada, perut, dan kaki bagian atas. Orangtuanya Iangsung melarikan ke Rumah Sakit Militer Magelang (kini Rumah Sakit Tentara dr. Sudjono). Tubuh gadis itu dipenuhi bekas luka, sebagian besar alat kelaminnya bahkan tertutup bekas luka yang timbul (parut hipertrofik). Kulit kakinya mengkerut dan kaku (kontraktur). Kondisi itu membuat si gadis kesulitan berjalan.


Gadis itu ditangani Norbert Grzywa, yang pada 1930-an bertugas sebagai ahli bedah dan ortopedi di Magelang. Grzywa menganjurkan operasi bedah plastik untuk menghilangkan bekas luka agar si gadis dapat berjalan lagi. Grzywa membuang semua area kulit yang mengkerut dan mengganggu gerak pasien lantas mencangkok kulit baru.


Metode bedah itu sudah digunakan sejak Perang Dunia I. Grzywa mendapat pengetahuan itu ketika bertugas di klinik Universitas Wina, Austria di mana Johannes (Jan) Fredericus Samuel Esser memperkenalkan prinsip dasar transplantasi kulit pada 1917. Keberhasilan Grzywa menjajal metode Esser kemudian dituliskannya dalam jurnal medis yang terbit pada 1934 sekaligus memperkenalkan salah satu metode bedah ke Hindia-Belanda.


“Sebagai ahli bedah di Rumah Sakit Militer di Magelang, ia menerbitkan sebuah kasus menarik tentang perawatan kontraktur pasca-luka bakar dengan flap arteri Esser,” tulis Barend Haesekaer dalam “A Brief History of the Development of Plastic Surgery in the Netherlands East-Indies”.


Grzywa, pria Astro-Hungaria yang lahir di Lemberg (kini Lviv, Ukraina) pada 6 Juni 1891, merupakan ahli bedah dan ortopedi. Pada 1921, dia memutuskan bergabung dengan satuan medis KNIL. Setahun berikutnya dia tiba di Batavia dan membuka praktik di Rijswijkstraat (kini Jalan Majapahit). “Dr. Nobert Gryzwa, Petojo 1, Pojokan Jaga Monyet,” begitu ia memuat iklan di suratkabar Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië.


Pada 1923, Grzywa menemukan tambatan hatinya, Amelie Gotz, dokter keturunan Jerman. Setelah menikahi Amelie, mereka dipindahkan ke Cimahi pada 1926 dan tuga tahun kemudian kembali dipindahtugaskan ke Makassar.


Pada 1933, Grzywa tersandung kasus hukum akibat ketahuan memalsukan laporan pajak tahunan (semacam SPT pajak). Bataviaasch Nieuwsblad edisi 3 Maret 1933 melaporkan, Grzywa dipanggil Dewan Kehakiman karena terbukti mengemplang pajak selama bertugas di Cimahi. Namun, dia beruntung bisa lolos lantaran satuan medis KNIL meminta Dewan Kehakiman menunda penyelesaian kasus Grzywa. Alasannya, Grzywa tengah bertugas di Padang dan sulit untuk mencari dokter pengganti.


Dari Padang, Grzywa dipindah ke Magelang dan mempraktikkan ilmu cangkok kulit yang didapatkannya di Wina. Setelah beberapa tahun bertugas di Magelang, Grzywa mengundurkan diri dari dinas militer pada Juni 1938.


Ketika Jerman menginvasi Belanda, Mei 1940, orang-orang Jerman dan Austria di Hindia-Belanda tak punya perlindungan hukum. Mereka ditangkapi dan dijadikan tawanan perang, termasuk Grzywa dan istrinya. Setelah penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbour, semua tawanan itu dikumpulkan ke Sibolga kemudian dipindahkan ke India. Pengirimannya menggunakan tiga kapal, salah satunya Van Imhoff.


Dua kapal berangkat dengan selamat. Namun ketika kapal ketiga, Van Imhoff, baru berlayar sebentar, pesawat pengintai Jepang melintas dan langsung menjatuhkan bom. Celakanya, kapten dan beberapa awak kabur begitu saja menggunakan sekoci. Jangankan membantu menyiapkan sekoci untuk penumpang, kunci ruang tahanan bahkan belum semua dibuka. Grzywa bersama tahanan lain pun kelabakan. Mereka bersusah payah menyelamatkan diri dengan berebut naik sekoci yang tersisa atau berenang ke Pulau Nias. Di sanalah Grzywa terakhir terlihat mengapung. “Kariernya selama 20 tahun di Hindia-Belanda berakhir tragis,” tulis Haeseker.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Kurangnya koordinasi dan adanya miskomunikasi bikin aksi massa pertama para pemuda gagal. Ada yang ditangkap massa.
Kurangnya koordinasi dan adanya miskomunikasi bikin aksi massa pertama para pemuda gagal. Ada yang ditangkap massa.
transparant.png
bottom of page