- 14 Apr 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei 2025
BANYAK orang berjemur di bawah matahari jam 10 pagi selama 15 menit pada hari-hari belakangan ini. Sejumlah ahli kesehatan menganjurkan tindakan ini sepanjang pandemi Covid-19. Penemuan mereka menyimpulkan sinar matahari pada jam termaksud membantu tubuh memproduksi vitamin D sebagai sumber daya tahan tubuh terhadap virus.
Tak hanya berguna untuk kesehatan, sinar matahari juga berpengaruh bagi banyak lini hidup manusia. Antara lain teknologi, industri, pertahanan-keamanan, dan masak-memasak. Sekelompok orang di Indonesia pernah menyelidiki kemungkinan penggunaan energi surya untuk hal-hal termaksud. Yang unik, inisiatif ini muncul dari partai politik gurem, Partai Rakjat Djelata (PRD) pada dekade 1950-an.
PRD berdiri di Jakarta pada 1 Oktober 1945. Namanya semula Persatoean Rakjat Djelata. Pendirinya antara lain Abdulrachman (ketua), St. Dawanis, M. Karnawidjaja, dan Soerip Soprastijo. “Semuanya tanpa masa lalu yang terkenal dalam gerakan politik,” catat sejarawan Harry Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 2.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















