top of page

Indonesia Gagal Memiliki Institut Oceanografi

Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pusat Penelitian Laut Dalam Ambon diresmikan LIPI pada 2014. (kemenkeu.go.id).

29 Jun 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Des 2025

ORANG akan merujuk Stadion Gelora Bung Karno atau Monas jika mengingat proyek mercusuar Sukarno. Padahal tak hanya itu. Sukarno juga pernah membanguan Institut Oceanografi di Ambon, Maluku, yang jika rampung akan menjadi yang nomor satu di Asia Tenggara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page