- 18 Okt 2019
- 6 menit membaca
Diperbarui: 13 Jul
FARIDA Yuniar membaca empat lembar kertas hasil tes DNA. Salah satu kertas menggambarkan diagram lingkaran berisi komposisi DNA Farida. Masing-masing irisannya berbeda ukuran dan warna. Yang terbesar berwarna hijau, 67,12 persen. Irisan ini menunjukkan asal usul leluhurnya lebih dominan dari wilayah Asia Timur.
Farida berusia 21 tahun, kelahiran Surabaya. Ayahnya lahir di Jakarta dari orangtua berdarah Jawa Tengah dan Sumatra. Melalui jalur ibu, darah Flores mengalir dalam dirinya. Silsilahnya menunjukkan keberagaman leluhur. Hasil tes DNA memperkuatnya.
“Ibaratnya kalau benang, sudah kusut. Gak karu-karuan,” kata Farida. Komposisi DNA Farida secara berturut-turut adalah Diaspora Asia 30,41 persen, Asia Selatan (Bangladesh) 2,13 persen, dan Timur Tengah 0,34 persen.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















