top of page

Tanam Paksa Dorong Penelitian Pangan

Tanam paksa membuat rakyat kelaparan dan kurang gizi. Menganggap itu sebagai kerugian, dokter-dokter kolonial melakukan penelitian bahan pangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

East Indian Market Stall in Batavia karya Albert Eckhout. Foto:fineartamerica.com.

3 Nov 2017
4 menit membaca

Diperbarui: 22 Jun

DUA puluh tahun pertama penerapan cultuurstelsel (tanam paksa) adalah masa tersulit bagi masyarakat Pulau Jawa. Para petani dan penduduk desa diwajibkan menanam, memelihara, dan memanen tanaman ekspor seperti tebu dan kopi. Tak hanya itu, mereka juga harus membangun prasarana dan infrastruktur.


Akibatnya, tanah-tanah pertanian terbengkalai yang menyebabkan bencana kelaparan. Seperti di Demak dan Grobogan selama 1848 sampai 1850. Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV mencatat, “Jumlah penduduk Demak, misalnya, telah turun dari 336.000 sampai 120.000, sedangkan jumlah penduduk Grobogan turun dengan lebih banyak lagi, yaitu 89.500 sampai 9.000.”


Daerah-daerah lain di Jawa Tengah juga mengalami hal yang sama. Gagal panen dan kelaparan berujung pada wabah penyakit dan rendahnya asupan gizi. Standar kesehatan penduduk menurun drastis, padahal pemerintah kolonial amat bergantung kepada tenaga mereka. Kondisi ini lalu direspons oleh dokter-dokter kolonial.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Upaya tolak bala dan ucap syukur suku Osing. Kenduri massal di depan rumah dengan hidangan khas Tumpeng Sewu.
Upaya tolak bala dan ucap syukur suku Osing. Kenduri massal di depan rumah dengan hidangan khas Tumpeng Sewu.
Sepakbola putri dalam negeri masih terbengkalai. Mitos-mitos menakutkan terus mengitari.
Sepakbola putri dalam negeri masih terbengkalai. Mitos-mitos menakutkan terus mengitari.
Gas air mata pertama kali digunakan dalam perang. Masih digunakan untuk membubarkan demonstran.
Gas air mata pertama kali digunakan dalam perang. Masih digunakan untuk membubarkan demonstran.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
transparant.png
bottom of page