top of page

Theodor Herzl, Orang di Balik Negeri Zionis

Lewat pamflet “Negara Yahudi” pada akhir abad ke-19, seorang jurnalis Yahudi meletakkan fondasi untuk negara Yahudi. Ditahbiskan sebagai Bapak Zionisme Modern.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Theodor Herzl. (blavatnikarchive.org).

21 Mei 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Feb

WINA, Austria, 14 Februari 1896. Jurnalis Theodor Herzl menerima 500 dari 3000 eksemplar pamfletnya yang baru terbit: Der Judenstaat. Pamflet yang menawarkan ide pembentukan negara Yahudi itu segera tersebar luas dan menuai beragam tanggapan.


Sejak itu, Theodor Herzl telah menancapkan tonggak sejarah sebagai “Bapak Zionisme Modern”. Di kemudian hari, makamnya ditempatkan di sebuah bukit dekat Jerusalem yang diberi nama Gunung Herzl.


Theodor Herzl lahir pada 2 Mei 1860 di Budapest dari keluarga kelas menengah kaya. Pada 1878, keluarganya pindah ke Wina dan Herzl belajar hukum di Universitas Wina. Sempat bekerja di bidang hukum, Herzl belakangan menemukan minat menulisnya. Ia bekerja sebagai jurnalis dan koresponden untuk Neue Freie Presse di Wina.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page