- 9 Des 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 30 Jun
LAIKNYA seorang samurai, Tetsu Nakamura tetap menyongsong permulaan hari dengan tegar betapapun di sekitarnya jamak ancaman. Rabu, 4 Desember 2019 itu ia teguh untuk berperjalanan jauh dari Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan, menuju lokasi proyek kemanusiaan yang tengah dijalaninya, sekira 25 kilometer dari Jalalabad.
Tak dinyana, di tengah jalan rombongan kendaraannya diserang kelompok bersenjata yang hingga kini belum jelas dari kelompok mana. Yang pasti, serangan itu bikin hari Rabu itu menjadi kelabu bagi keluarga Nakamura maupun segenap rakyat Afghanistan yang kehidupannya tertatih-tatih dikoyak konflik bersenjata.
Selain Nakamura, beberapa staf dan anggota polisi yang mengawal rombongan juga dilaporkan tewas. Nakamura masih hidup saat dibawa ke rumahsakit di Nangarhar. Kondisinya kritisnya membuat Nakamura mesti dirujuk ke fasilitas kesehatan militer Amerika di Bagram. Namun dalam perjalanan ke landasan udara untuk bisa diterbangkan ke Bagram, Nakamura mengembuskan nafas terakhir di usia 73 tahun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















