top of page

Terganggu Tugu Tani

Tugu Tani dianggap lambang komunis. Padahal ia menggambarkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan merebut Irian Barat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Tugu Tani di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

31 Mei 2016
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Des 2025

MUHAMMAD Al-Khaththath, sekretaris jenderal Forum Umat Islam (FUI), meminta Tugu Tani di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, dirobohkan karena dia anggap sebagai patung warisan komunis. Tuntutan itu disampaikan dalam dialog “Lawan Komunis Gaya Baru” yang diselenggarakan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di Jakarta, Rabu (25/5/2016). Pernyataan Al-Khaththath dapat dilihat di akun youtube Jakartanicus berjudul “Usulan Merobohkan Tugu Tani.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page