top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Tembang Gerilya Seorang Menteri Negara

Disampaikan dalam bentuk tembang Jawa, buku ini berisi pengalaman gerilya seorang menteri dalam menghindari penangkapan Belanda semasa Agresi Militer kedua.

22 Apr 2021

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi Nayaka Lelana/Menteri Bergerilya karya Mr. Susanto Tirtoprodjo. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

  • 22 Apr 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Feb

TANPA arti bahasa Indonesia di bawah judulnya, buku ini akan cenderung mengesankan sebagai buku berisi kisah pewayangan, kumpulan cerpen, atau novel. Maklum, judulnya menggunakan bahasa Jawa. Atau, buku ini bisa juga dikira buku pelajaran sekolah karena desain sampulnya terlalu formil layaknya buku pelajaran sekolah dasar di era 1980-an.


Begitu halaman demi halamannya dibuka, kesan pertama tadi akan semakin kuat karena kalimat-kalimat dalam buku ini berbahasa Jawa. Pula, kalimat-kalimatnya disusun singkat dalam bait-bait seperti pantun, puisi, atau tembang Jawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page