top of page

Sultan Hamengkubuwono IX dan Alimin

Dikenal sebagai penentang komunisme, Sultan Hamengkubuwono IX disebut pernah minta Das Kapital pada Alimin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alimin Prawirodirdjo, pemimpin Partai Komunis Indonesia, berbicara di sidang KNIP di Malang, 1947. (Cas Oorthuys/Fotoleren).

21 Jun 2022
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jun

SULTAN Hamengkubuwono IX sering kali dianggap sebagai penentang komunisme. Dalam Peristiwa Madiun 1948 misalnya, ia berdiri berseberangan dengan Muso. Ia bersama Presiden Sukarno, Jenderal TNI Soedirman, dan Sukiman Wirjosandjojo membuat siaran menolak “kudeta” dan menyerukan agar rakyat mendukung pemerintahan yang sah.


John Monfries, visiting fellow di Australian National University, dalam A Prince in a Republic menyebut Sultan Hamengkubuwono IX memang telah mengidentifikasikan dirinya begitu kuat dengan kepemimpinan Sukarno-Hatta. Lebih lagi, ia merupakan Menteri Negara Koordinator Keamanan kala itu, yang juga diangkat oleh Hatta.


“Hamengkubuwo meminta rakyat untuk berdiri di samping pemerintah Hatta, menegaskan bahwa itu artinya berdiri untuk pembangunan negara, sementara Muso dan para komunis hanya menginginkan kehancuran,” tulis Monfries.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
transparant.png
bottom of page