top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sultan Baabullah, Pahlawan Nasional dari Ternate

Ayahnya gugur di tangan Portugis. Baabullah meminta keadilan. Mengusir Portugis tanpa banyak pertumpahan darah.

9 Nov 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sultan Baabullah, Pahlawan Nasional dari Ternate, Maluku Utara. (Betaria Sarulina/Historia.id).

  • 10 Nov 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 10 Feb

SULTAN Baabullah, penguasa Kesultanan Ternate 1570–1583, memperoleh gelar Pahlawan Nasional secara resmi pada 10 November 2020. Keputusan tersebut berlandas pada perjuangannya melawan kesewenang-wenangan Portugis di Maluku. Dia menjadi tokoh Maluku Utara kedua yang menjadi Pahlawan Nasional setelah Sultan Nuku pada 1995.


Rekomendasi menjadikan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional bermula pada November 1996. Kala itu diskusi ilmiah "Ternate Sebagai Bandar Jalur Sutra" digelar oleh tim gabungan dari Dirjen Kebudayaan Kemdikbud dan Pemda Provinsi Maluku.


Para arkeolog dan sejarawan terkemuka seperti Hasan M. Ambary, Uka Tjandrasasmita, A.B. Lapian, dan R.Z. Leirissa menjadi pembicaranya. Tujuh rekomendasi keluar. Salah satunya tentang usul Sultan Baabullah agar menjadi Pahlawan Nasional. Tapi belum ada upaya untuk menindaklanjuti rekomendasi mereka. Hingga akhirnya upaya itu dimulai pada 2012.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
bottom of page