top of page

Sukarno dan Bantuan Beras Indonesia untuk India

Sutan Sjahrir menawarkan bantuan beras kepada India yang dilanda kelaparan. Sukarno menggalang dukungan rakyat untuk mewujudkannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno dan Konsul India Moh. Junus meninjau Wonosobo, 3 Maret 1948. (Perpusnas RI).

  • 21 Jun 2020
  • 7 menit membaca

SETIDAKNYA ada dua pencapaian pemerintah Republik Indonesia di level internasional yang patut diperhitungkan pada paruh pertama tahun 1946. Pertama, pengakuan secara de facto kemerdekaan Indonesia oleh Mesir pada 23 Maret 1946, yang disusul negara-negara Arab lainnya. Kedua, bantuan beras Indonesia untuk India, negeri tetangga yang berjarak ribuan kilometer tapi punya ikatan sejarah dan kultural yang dalam dengan Indonesia.


Sejak akhir 1945 Belanda mengadakan blokade atas laut Indonesia, dengan tujuan mengadang masuknya senjata ke Indonesia dan keluarnya komoditas dari Indonesia. Dampak blokade sangat berat untuk ekonomi dan perjuangan Indonesia. Berbagai upaya untuk menembus blokade Belanda itu dilakukan, salah satunya dengan menawarkan bantuan 500.000 ton beras untuk India yang tengah dihantam kelaparan berat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page