top of page

Sukarno Bilang Islam Sontoloyo

Ketika Sukarno kesal dengan perilaku konyol kaum beragama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno sedang menjalankan salat diapit Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pada 1940, Sukarno pernah menulis artikel "Islam Sontolojo." (Perpusnas RI).

26 Okt 2018
2 menit membaca

PRESIDEN Joko Widodo berseru agar rakyat berhati-hati. Katanya, banyak politikus yang baik tapi juga banyak politikus yang sontoloyo. Jokowi jengkel lantaran kebijakan pemerintah yang akan mengucurkan dana kelurahan dikaitkan dengan kampanye pemilihan presiden mendatang. Pernyataan itu dilontarkan presiden saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Ahmad Yani, Jakarta (23/10).


Kata "sontoloyo" kemudian menjadi viral dan ramai diperbincangkan. Banyak yang mempertanyakan kepatutan presiden perihal ujarannya yang bernada umpatan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sontoloyo berarti konyol, tak beres, bodoh. Ini dipakai sebagai kata makian.


Kata yang sama juga pernah dipakai Sukarno, presiden pertama RI. Si Bung tak tanggung-tanggung. Dia membubuhkan kata itu di samping nama agama. Pada 1940, Sukarno menulis artikel di Majalah Pandji Islam berjudul “Islam Sontolojo”. Kontroversi? Jelas. Tapi apa yang ada dalam benak Sukarno hingga terbersit kata sontoloyo?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Upaya menghadirkan O-Bahn di kota-kota Indonesia sudah dimulai sejak akhir dekade 1980-an. Terbentur soal dana.
Upaya menghadirkan O-Bahn di kota-kota Indonesia sudah dimulai sejak akhir dekade 1980-an. Terbentur soal dana.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Beragam dimensi yang dimuat dalam satu film panjang karya Garin Nugroho.
Beragam dimensi yang dimuat dalam satu film panjang karya Garin Nugroho.
transparant.png
bottom of page