top of page

Soendari Gigih Lawan Poligami

Gagal dalam pernikahan tak membuat Soendari menyerah pada kehidupan. Bekal pendidikan tingginya membuat Soendari mampu bertahan hidup.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Sep 2018
  • 2 menit membaca

MENGETAHUI suaminya punya kekasih gelap, Siti Soendari marah besar. Adik dr. Soetomo, salah satu pendiri Budi Utomo, itu minta suaminya, Koesoebjono, meninggalkan kekasihnya yang orang Belanda itu.


Soendari lahir di Nganjuk, 9 April 1909. Ia anak ketujuh dari pasangan Raden Soewadji dan Raden Ayu Sudarmi, anak Kepala Desa Ngepeh Raden Ngabehi Singowidjojo. Pada awal pernikahan, Soewadji masih bekerja sebagai guru. Namun kerja kerasnya membuat dia akhirnya naik menjadi wedana Maospati, Madiun.


Soewadji meninggal ketika Soendari berusia satu tahun. Bayi Soendari lantas dibawa sang ibu ke rumah kakeknya di Ngepeh. Kakeknya yang sudah sepuh itu kemudian meninggal ketika Soendari berusia 4 tahun.


Lantaran kehilangan ayah dan kakek, dr. Soetomolah yang menjadi sosok “ayah” baginya. Menurut anak sulung Soendari yang menyusun biografi Siti Soendari: Adik Bungsu dr. Soetomo, Santo Koesoebjono (dan istrinya, Solita Sarwono), didikan Soewadji diteruskan Soetomo pada adik-adiknya. Soetomo ingin agar adik-adik perempuannya juga mendapat pendidikan tinggi sama seperti lelaki. Sri Oemiyati, kakak perempuan yang paling akrab dengan Soendari, misalnya, melanjutkan studi guru di Belanda. Oemiyati di kemudian hari dikenal sebagai kepala Sekolah Kartini di Cirebon dan anggota Dewan Kota Semarang pada akhir 1930-an.


Soendari sendiri mulai kuliah di jurusan hukum Universitas Leiden pada 1927. Ia kakak tingkat sekaligus teman dekat Maria Ullfah yang kuliah  hukum di Leiden mulai 1929. Mereka satu indekos dan patungan uang makan untuk bertahan hidup. Lantaran Soendari tak begitu pandai mengelola keuangan, Marialah yang mengatur uang belanja.


Seperti dikisahkan Gadis Rasyid dalam Maria Ullfah Subadio, Pembela Kaumnya, Soendari kerap sarapan bersama di kamar Maria. Makan siang dan makan malam mereka lakukan di kantin yang disediakan untuk mahasiswa. Di hari libur, jika kampus dan kantin tutup, Soendari dan Maria memilih untuk masak sendiri agar lebih hemat.


Semasa mahasiswa itulah Soendari bersama Artinah Samsoedin menghadiri Kongres Wanita Internasional Melawan Perang Imperialis dan Fasisme, Agustus 1934 di Paris. Harry A Poeze dalam Di Negeri Penjajah menulis kongres itu diselenggarakan atas prakarsa kaum komunis. Keikutsertaan Soendari dan Artinah atas ajakan Setiadjit dan Roesbandi.


Setelah lulus dari Leiden, Soendari kembali berkumpul dengan Maria. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil di Struiswijkstraat (kini Salemba Tengah). Maria bertanggung jawab pada urusan uang belanja, sementara Soendari mengurus kebersihan rumah.


“Setelah lulus, bekerja sejak 1934 sampai menikah tahun 1939. Setelah menikah, ibu tidak lagi bekerja. Pada 1952 kemudian sekeluarga pindah ke Belanda,” kata Solita Sarwono dan suaminya Santo Koesoebjono (anak Soendari) pada Historia.


Soendari menikah dengan Koesoebjono. Menurut Solita, ayah mertuanya tersebut mulanya bekerja sebagai mantri polisi (jabatan di bawah asisten wedana), kemudian ia mendapat promosi menjadi asisten wedana dan terakhir menjadi walikota Semarang. Selama di Semarang, sambung Solita, Soendari bergabung dengan Perwari, organisasi penentang poligami yang jauh lebih lantang dari Gerwani.


Kala suaminya diam-diam menjalin kasih dengan perempuan Belanda dan tak bisa meninggalkannya, Soendari memilih pergi membubarkan perkawinannya. Ia kembali ke Jakarta bersama kedua anaknya, Habimono dan Indriya yang masih SD dan SMP. Soendari juga harus bekerja untuk membiayai pendidikan anak-anaknya. Ia pun bekerja di Bank Rakyat Indonesia di Jakarta dan mendirikan perpustakaan di bank tersebut. Bekal pendidikan tingginya membuat Soendari mampu melanjutkan hidup setelah perceraian.


“Setelah kembali ke Jakarta, Bu Soendari bekerja untuk men-support anak-anaknya,” kata Solita.


Tulisan ini diralat pada 14 Januari 2020 dengan tulisan berjudul Empat Siti Soendari dalam Sejarah Kaum Putri*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
transparant.png
bottom of page