- 26 Apr 2014
- 2 menit membaca
Diperbarui: 9 Jun
PERISTIWA Gerakan 30 September 1965 (G30S) mengakibatkan gugurnya enam jenderal, salah satunya Jenderal Ahmad Yani, Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad). Pada 2 Oktober 1965, Presiden Sukarno mengangkat Mayjen TNI Pranoto Reksosamodra, Asisten III Men/Pangad bidang personalia, sebagai care-taker Menpangad untuk urusan sehari-hari. Pimpinan AD langsung dipegang Sukarno sebagai Panglima Tertinggi.
Sukarno tidak memilih tiga nama lainnya karena Mayjen TNI Soeharto dianggap terlalu keras kepala, Mayjen TNI Moersjid suka berkelahi, dan Mayjen TNI Basuki Rachmat tidak begitu sehat.
Sukarno memilih Pranoto karena dia mantan Panglima Divisi Diponegoro, Jawa Tengah, yang diharapkan dapat mengendalikan anggota divisi yang terlibat G30S.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















