top of page

Serba-serbi Politik Gentong Babi

Mulanya sekadar daging babi yang diawetkan di era perbudakan tetapi lamat-lamat dijadikan alat politik untuk mengawetkan kekuasaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahli hukum tata negara Bivitri Susanti mengangkat isu pork barrel politics di film "Dirty Vote". (Tangkapan Layar Youtube Dirty Vote).

14 Feb 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

MASIFNYA penggunaan instrumen kekuasaan untuk memenangkan Pemilu 2024 bukan sekadar mengutak-atik produk hukum namun juga menjadikan bantuan sosial (bansos) sebagai alat politik. Film dokumenter Dirty Vote menyuguhkannya lewat penjelasan politik “gentong babi” yang sudah eksis pada era perbudakan di Amerika Serikat.


Dirty Vote yang digarap rumah produksi Watchdog dengan disutradarai Dandhy Dwi Laksono ditayangkan di akun Youtube Dirty Vote dan PSHK Indonesia sejak Minggu (11/2/2024). Dokumenter ini disajikan dengan pendekatan eksplanatori oleh tiga ahli hukum tata negara: Zainal Arifin Mochtar, Feri Amsari, dan Bivitri Susanti.


Dalam dokumenter itu, Bivitri bicara perkara anggaran bansos yang acap meroket di setiap tahun pemilu legislatif dan pemilu presiden (pilpres). Tak ayal bansos begitu rawan jadi alat politik untuk menjangkau sebaran suara melalui aparat hingga pejabat negara untuk mengajak masyarakat penerima bansos memilih calon presiden (capres) tertentu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page