top of page

Banten 1926: Dua Haluan, Satu Perahu

Banten dikenal sebagai wilayah Islam ortodoks. Namun, melawan otoritas kolonial Belanda di bawah komunisme.

loading_historia_white.gif
transparant.png

KH Achmad Chatib bersama Jusuppadi Adiwinata, Kolonel Eri Sudewo, dan Kapten Peter Lee, pengamat militer Cina untuk PBB. (Else Ensering, Banten in Times of Revolution).

  • 5 Jun 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

TAK ada lagi sisa-sisa bengkel sepeda milik Djarkasih. Bangunannya digantikan oleh gedung ruko yang baru. Kecuali toko emas Laris, yang masih berdiri sampai sekarang, seluruh bangunan toko di Pasar Lama Serang sedikit saja menyisakan jejak dari masa lalu. Yang tertinggal dari bengkel sepeda bersejarah itu hanya sederet kalimat dalam catatan sejarah dan sejumput kisah masa lalu yang diselubungi banyak pertanyaan.


Pada pertengahan 1925, bengkel sepeda itu digunakan sebagai tempat pertemuan pertama PKI Banten. Serangkaian pertemuan pun dilakukan sampai PKI berdiri resmi sebagai cabang ke-37 di Hindia Belanda. Beberapa tokoh turut dalam pertemuan tersebut antara lain Puradisastra, Tubagus Alipan, Tubagus Hilman, Lee Eng Hock, dan Aliarchman, dan Achmad Bassaif.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
bg-gray.jpg
Dari mimpi didatangi roh raja Klungklung hingga “janjian” dengan Bung Hatta enggan dimakamkan di TMP Kalibata. The untold story Ahmad Subardjo.
transparant.png
bottom of page