top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Saat Pemuda Menyuarakan Kemerdekaan Indonesia di Amerika Serikat

Tiga pemuda Indonesia untuk pertama kalinya menghadiri Kongres Pemuda Sedunia di New York, Amerika Serikat. Mereka menyuarakan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

12 Agu 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Maroeto Daroesman (dua dari kiri), Herawati Latip (dua dari kanan) dan Soenito (kanan) berfoto bersama Renu Roy (delegasi India) dan Paul Sachs (delegasi Denmark) ketika menghadiri World Youth Congres di New York pada 1938. (Harry A. Poeze, Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600–1950).

  • 13 Agu 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

PARA pemuda Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri mendapat kesempatan untuk mengasah dan mengembangkan keahlian di berbagai bidang. Tak hanya itu,mereka juga menumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia juga berhak merdeka dari penjajahan, memiliki pemerintahan yang dipilih oleh rakyat, dan dapat menentukan nasib sendiri tanpa intervensi negara lain.


Atas dasar ini pula banyak pemuda Indonesia bergabung dengan sejumlah organisasi. Kendati tujuan utamanya adalah kemerdekaan Indonesia, tetapi para pemuda juga menyuarakan aspirasi seputar isu-isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.


Salah satu organisasi yang didirikan pemuda adalah Roekoen Peladjar Indonesia (Roepi) pada 18 Februari 1936. Menurut sejarawan Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600–1950, meski organisasi ini menyatakan diri tidak bergerak dalam politik maupun agama, Roepi turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perbedaan pendapat dipandang sebagai pegangan bersama. Sebab, tujuan organisasi ini untuk mempersatukan semua pelajar Indonesia di perantauan. Tak butuh waktu lama hingga Roepi berkembang menjadi perhimpunan yang diminati oleh mahasiswa Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page