top of page

S.M. Amin, Gubernur Pertama Sumatra Utara

Mengabaikan kesempatan jadi pejabat kolonial, dia malah memilih merdeka sebagai orang Indonesia. Salah satu putra terbaik bangsa dari Sumatra Utara

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sutan Mohammad Amin Nasution, gubernur Sumatra Utara yang pertama. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

11 Nov 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Feb

SUTAN Mohammad Amin Nasution menjadi salah satu dari enam pahlawan nasional yang ditetapkan tahun ini. Dia dikenal sebagai gubernur Sumatra Utara yang pertama. Penganugerahan gelar itu sendiri disematkan oleh Presiden Joko Widodo dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara bertepatan pada Hari Pahlawan, 10 November 2020.


“Saat ini Sumatra Utara ada 11 pahlawan nasional yang pada pagi ini dianugerahkan oleh Presiden bertambah menjadi 12 pahlawan nasional,” kata Gubernur Sumatra Edy Rahmayadi dalam acara syukuran pemberian gelar pahlawan kepada S.M. Amin di rumah dinas gubernur, dikutip detik.com.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page