top of page

Ratu Elizabeth II Mengundang Bung Karno Ke London

Dua kali ratu Inggris itu mempersilakan Presiden Sukarno bertandang ke negerinya dalam kunjungan kenegaraan. Rencana itu urung terjadi karena persoalan politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno bersama istrinya, Ratna Sari Dewi, di Paris, Prancis dimuat dalam koran Paris Match, 17 Juli 1965. (Arsip Luar Negeri Inggris, courtessy of Giulia Garbagni).

10 Sep 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 8 Sep

SEPANJANG masa kepresidenannya, Sukarno telah melakukan kunjungan kenegaraan ke berbagai belahan dunia. Tapi, ada dua negara Eropa yang belum disambanginya: Belanda dan Inggris. Keengganan Sukarno ke Belanda jelas perkara prinsip dan harga diri. Ia tak sudi menginjakkan kaki ke negeri penjajah tersebut. Sementara Inggris, belum kesampaian saja.


“Aku sudah ke mana-mana kecuali ke London, sekalipun Ratu Inggris sudah dua kali mengundangku untuk berkunjung,” kata Sukarno dalam otobiografinya yang disusun Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.


Ada kisah di balik undangan Kerajaan Inggris terhadap Bung Karno. Bermula ketika Sukarno berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-15 pada 30 September 1960. Dalam pidatonya berjudul To Build The World Anew (Membangun Dunia Kembali), Bung Karno mempromosikan Pancasila untuk dianut dalam piagam PBB. Ia juga menyentil PBB yang lebih condong terhadap kepentingan adikuasa daripada negara-negara dunia ketiga. Tak luput pula kecaman dilayangkannya terhadap kuasa penjajahan Belanda di Irian Barat (kini Papua).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
transparant.png
bottom of page