- 18 Agu 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 14 Mar
WAJAH Meutia Farida Hatta tetiba berubah menjadi sayu. Tetiba saja ia terkenang kembali momen pertemuan dirinya dengan Sukarno untuk terakhir kali saat menemani sang ayah. Ada kesedihan dan kerinduan yang dia rasakan menohok ulu hatinya.
“Sudah lama sekali, sejak Sukarno tak terekspos lagi kepada masyarakat, Hatta tidak pernah bertemu dengan kawannya itu,” kata perempuan berusia 72 tahun itu.
Bukan rahasia lagi jika hubungan dua bapak pendiri bangsa ini sempat meregang pasca Indonesia berdiri sebagai sebuah negara, terutama dalam kurun masa 1950-an sampai 1960-an. Masalah utamanya adalah perbedaan pandangan mengenai masa depan revolusi Indonesia, di samping soal prioritas pembangunan negeri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















