top of page

Permintaan Maaf Belanda atas Praktik Perbudakan di Masa Lalu

Mengikuti Inggris, Amerika, dan negeri Arab, Perdana Menteri Belanda menyesali dan meminta maaf atas dosa perbudakan di masa lalu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi hukuman para budak karya Jean-Baptiste Debret (Rijksmuseum)

20 Des 2022
7 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

DI Gedung Nationaal Archief, Den Haag, Belanda, Perdana Menteri (PM) Mark Rutte berbicara dengan hati-hati dan cermat di podiumnya Senin (19/12/2022) waktu setempat. Sesekali ia memerhatikan berlembar-lembar kertas di hadapannya sebelum memberi penekanan pada beberapa kalimat yang menyesali dan meminta maaf perihal dosa-dosa perbudakan negerinya di masa lampau.


“Di Arsip Nasional ini, sejarah berbicara kepada kita lewat jutaan dokumen. Dan meskipun kita tak bisa mendengar suara-suara dari masa lalu, cerita yang muncul dari semua dokumen itu tidak selalu indah. Justru seringkali buruk, menyakitkan, dan bahkan memalukan,” kata Rutte dalam pidatonya, dikutip laman resmi pemerintah Belanda.


Rutte, dalam lanjutan pidatonya, mengakui dan menyesali peran Belanda baik lewat kongsi-kongsi dagangnya maupun pemerintahnya 250 tahun silam yang terlibat dalam praktik perbudakan sekaligus perdagangan budak. Itu jadi catatan kelam yang menimbulkan banyak penderitaan tiada terperikan dan Rutte mengutuknya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page