top of page

Perempuan Pertama di Parlemen Bandung

Emma Poeradiredja jadi perempuan pertama yang duduk di Dewan Kota Bandung. Buah dari jalan panjang perjuangan mendapatkan hak pilih yang dia tempuh bersama rekan-rekannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Emma Poeradiredja bersama rekan-rekannya di Pasundan Istri. (Sumber: Women and the Colonial State).

  • 21 Jul 2018
  • 2 menit membaca

Ketika tahun 1938 pemerintah kolonial akhirnya memberikan hak pilih perempuan pribumi untuk duduk di Dewan Kota, Emma Poeradiredja dan para perempuan aktivis lain senang. Meski hanya mendapat hak pilih pasif, mereka menyambut keputusan itu dengan suka-cita.


“Beberapa nama kaum ibu termuat dalam daftar kandidat. Hasilnya boleh menyenangkan kaum ibu, empat orang perempuan Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Kota,” tulis Maria Ulfah dalam artikelnya “Soal Hak Pilih” yang dimuat di Majalah Istri Indonesia.


Emma menjadi satu dari empat perempuan yang terpilih itu. Terpilihnya Emma bukan tanpa dasar. Perempuan yang lahir di Cilimus, Kuningan pada 13 Agustus 1902, itu sejak sekolah aktif di Jong Java dan Jong Islaminten Bond sebagai ketua cabang Bandung.


Pasca Kongres Pemuda I tahun 1927, Emma bersama rekan-rekannya mendirikan organisasi Istri. Dia jadi satu dari sedikit perempuan yang hadir dalam Sumpah Pemuda. Pada April 1930, Emma mendirikan organisasi Pasundan Istri (PASI) dan terpilih menjadi ketua umum. Kala pertama terpilih, usianya 28 tahun. Dia terus menduduki posisi itu selama 40 tahun.


Selain di PASI, Emma aktif di Kongres Perempuan Indonesia (KPI). Dia mengepalai pengiriman Utusan Wanita ke Asian Women Conference di Lahore, India pada 1930. Pada tahun itu juga, sejumlah aktivis perempuan menghelat Kongres Perikatan Perempuan Istri Indonesia (PPII) I di Surabaya, Desember 1930.


Meski di kongres itu para perempuan masih sebatas mempelajari hak pilih, mereka langsung buka suara begitu aktivis perempuan Belanda tak lagi memperjuangkan hak pilih perempuan bagi semua ras. Hal itu menjadi pokok bahasan KPI –bersama desakan agar pemerintah memberi hak pilih aktif dan adanya wakil perempuan pribumi di Dewan Rakyat– dalam kongres ketiga di Bandung, Juli 1938, di mana Emma menjadi ketuanya.


Namun, pemerintah justru kembali menunjuk perempuan Belanda bernama Cornelia Razoux Schultz sebagai wakil perempuan di Dewan Rakyat pada 1939. “Hal itu jadi kekecewaan yang menyakitkan bagi gerakan nasionalis dan organisasi wanita Indonesia. Tentu saja perempuan seperti Emma Poeradiredja dan Maria Ullfah sangat memenuhi syarat untuk posisi anggota Dewan Rakyat,” tulis Elsbeth Locher-Scholten dalam Women and the Colonial State.


Alhasil, tuntutan perempuan Indonesia kian lantang. Ketika pemerintah akhirnya mengabulkan tuntutan itu, Emma termasuk dari empat perempuan Indonesia yang terpilih jadi anggota Dewan Rakyat. Tiga nama lain yakni Nyonya Soenarjo Mangoenpoespito, ketua Isteri Indonesia, terpilih duduk di Dewan Kota Semarang; Nyonya Soedirman, istri anggota dewan Parindra, duduk di Dewan Kota Surabaya; dan Sri Oemiati, adik terkecil Dr. Soetomo, terpilih untuk mengisi kursi kosong Parindra di Cirebon pada 1941.


Terpilihnya empat nama itu menjadi buah dari perjuangan panjang perempuan. Sejak lama, tulis Maria Ulfah, para perempuan mendesak rekannya, kaum lelaki yang memiliki hak pilih, untuk mendukung keinginan mereka mendapatkan hak pilih.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Dari mimpi didatangi roh raja Klungklung hingga “janjian” dengan Bung Hatta enggan dimakamkan di TMP Kalibata. The untold story Ahmad Subardjo.
bg-gray.jpg
Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai menteri luar negeri pertama. Sepanjang hidupnya berkutat dengan urusan diplomasi dan hubungan luar negeri.
bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Inggris memproduksi sebuah rumor dalam menghadapi ancaman invasi Nazi Jerman. Rumor The British can set the sea on fire atau Inggris dapat membakar lautan terbukti berhasil mengecoh Jerman.
Inggris memproduksi sebuah rumor dalam menghadapi ancaman invasi Nazi Jerman. Rumor The British can set the sea on fire atau Inggris dapat membakar lautan terbukti berhasil mengecoh Jerman.
Cincin kawin dipakai di jari manis kiri karena dianggap terhubung dengan jantung. Pria Amerika memakai cincin kawin pada Perang Dunia II.
Cincin kawin dipakai di jari manis kiri karena dianggap terhubung dengan jantung. Pria Amerika memakai cincin kawin pada Perang Dunia II.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Di sebuah gua terpencil di tebing karst wilayah Maros ditemukan tulang belulang manusia dan fragmen tembikar. Diduga tempat penguburan.
Di sebuah gua terpencil di tebing karst wilayah Maros ditemukan tulang belulang manusia dan fragmen tembikar. Diduga tempat penguburan.
Rekor gol Ali Daei dibidik Cristiano Ronaldo setelah melewati torehan legenda Afrika hingga Negeri Jiran.
Rekor gol Ali Daei dibidik Cristiano Ronaldo setelah melewati torehan legenda Afrika hingga Negeri Jiran.
transparant.png
bottom of page